Ketika konsultasi ke salah seorang senior, sebaiknya pilih Aqidah atau Dakwah?
Diapun bertanya kepadaku. Bakatmu di mana utk diproyeksikan buat prospek masa depanmu dalam mengabdi ke masyarakat?
Dan terpenting bagaimana kita berbagi peran bagaimana membangun masyarakat dengan pemikiran yang kita bawa? Dua jurusan ini sama-sama penting perannya nanti di masyarakat.
Kita ambil contoh nyata pada salah satu tayyar (arus pemikiran) yang sempat meledak dan pesat penyebarannya di dunia meracuni pemikiran anak muda pada akhir abad 19 M, yaitu komunisme.
Adalah seorang Lenin, sang orator ulung dan penulis handal yg memboomingkan pemikiran ini. Dialah yg saat itu dielu-elukan bak Nabi oleh para pengikutnya. Padahal bukan dia sebenarnya pemilik pemikiran itu, melainkan seorang konseptor bernama Karl Marx. Kira-kira org2 vokal dan pemberani penyebar pemikiran seperti Lenin (tp jangan liat analogi buruk pemikirannya) inilah yg ingin dicetak oleh jurusan Dakwah. Dan konseptor di balik layar seperti Marx yg ingin dicetak jurusan Aqidah & Filsafat.
Bayangkan jika dapat bekerja sbg tim yg solid dalam menyebarkan pemikiran yg positif, sprti Manhaj Islam Wasathy, sehebat strategi mereka. Seperti dalam tim sepakbola perlu ada play-maker sehebat Xabi Alonso yg mengatur permainan, dan ada striker setajam Solah dalam mencetak goal.
Dalam industri entertainment, ada produser sehebat Wisnu Tama dan artis sehebat Pak Jokowi atau stuntmannya (ga tau siapa yg sbnarnya hebat).
No comments:
Post a Comment