Monday, January 18, 2016

Yang Pertama dilakukan Pasca Bangun Tidur

Kondisi seseorang saat tidur hampir sama dengan kondisi kematian. Tergeletak tubuhnya, matanya terpejam, ruhnya melayang dan tak sadarkan diri.
Wajar ketika ia bangun dan bangkit, terasa tubuhnya lemah gemulai. Di cermin ia mendapati wajahnya pucat pasi, rambutnya semerawut, tampak menyerupai mayat. Di saat itu seyogyanya ia berdzikir mengingat nikmat Allah, bersyukur karena ruhnya masih Allah izinkan kembali ke jasadnya.
Maka, agar jasadnya betul-betul menyatu dengan ruh dan semangatnya kembali pulih, orang yang baru bangkit dari Maut Shugra ini disunnahkan segera mengambil air wudhu. Sebab, Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيّ
“Dari air, kami jadikan segala sesuatu hidup..” Air wudhu inilah sebagai penyiram jiwanya yang sedang kering karena sempat mati.
Kemudian setelah merasa jasmaniahnya kembali hidup, disunnahkan baginya untuk Shalat sebarang dua raka’at saja. Shalat akan membuat hati seseorang connect (Ittishal) kepada Allah SWT, menyalakan listrik rohaninya untuk berkinerja dengan baik sesuai sistem keimanan.
Dengan begitu, jika seorang bangun tidur lalu berdzikir, berwudhu dan shalat, maka kembalilah nyawa lahir dan bathinnya. Denyut semangat dan imannya kembali aktif.
Nasihat ini, saya dengar dari Syaikh Prof. Dr. Fathi Hijazi ketika menghadiri Dars mingguan beliau Syarh Kitab Ibnu ‘Aqil di Ruwaq Magharibah, Sabtu (21/11/15). Beliau mengutip ungkapan guru beliau Syaikh Shalih Al-Ja’fari RA.
Ketika suatu hari iseng membuka kitab Al-Bayan lima Yusygilu Al-Adzhan karya Syaikh Prof. Dr. Ali Jum’ah, saya menemukan sebuah Hadits, dimana pernyataan Syaikh Shalih Ja’fari di atas sejalan dengan hadits ini:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ, يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ, فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ, فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ, فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ, وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Ketika seorang tidur, syaithan menjerat lehernya dengan tiga ikatan, syaithan meninabobokkan agar dia tidur sepuasnya sepanjang malam (tidak mau bangun shalat malam). Maka apabila dia bangun kemudian berdzikir, terbukalah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, terlepaslah ikatan kedua. Apabila dia shalat, terlepaslah ikatan yang ketiga. Sehingga dia menyambut pagi dengan semangat dan jiwa yang segar. Jika tidak (dzikir, wudhu dan shalat), paginya terasa galau dan malas.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Walláhu Subhanahu wa Ta’ala A’la wa A’lam..

No comments:

Post a Comment